Search
Archives

USULAN PENELITIAN

USULAN PENELITIAN

Pemanfaatan Ekstrak Angkak dalam Pembuatan Low Fat Yogurt Probiotik Sebagai Pangan Fungsional Penurun Kolesterol dan Kaya Antioksidan.

Latar Belakang

Pemanfaatan angkak merupakan salah satu upaya untuk menambah nilai gizi maupun nilai ekonomis terhadap suatu produk. Angkak juga digunakan untuk kepentingan medis karena ada komponen bioaktif tertentu dalam angkak yang dapat memberikan efek yang berguna bagi kesehatan manusia. Produk hasil fermentasi beras oleh kapang Monascus purpureus ini juga sering sekali digunakan sebagai pewarna dan pengawet alami untuk produk pangan.

Penggunaan angkak di Indonesia masih sebatas pada penggunaannya sebagai pewarna alami untuk beberapa produk pangan seperti minuman beralkohol, keju, daging, ikan dan penggunaannya sebagai suplemen makanan. Hal ini mungkin disebabkan masih kurangnya penelitian mengenai proses pengolahan angkak menjadi suatu produk yang bernilai ekonomis tinggi.

Selain digunakan sebagai pengawet dan pewarna makanan alami, angkak juga digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa produk olahan dari beras ini bisa menurunkan kelebihan kolesterol serta menurunkan tekanan darah bagi penderita hiperkolesteromik dan hipertensi. Angkak kian sering terdengar seiring merebaknya kasus demam berdarah dengue (DBD). Beberapa warga masyarakat percaya bahwa angkak dapat digunakan sebagai obat pendongkrak trombosit dalam darah.

Perkembangan pola kehidupan masyarakat saat ini yang semakin kompleks menuntut tersedianya berbagai produk yang siap saji. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang pangan telah berhasil mengembangkan produk pangan dalam berbagai bentuk. Semakin beraneka ragam produk pangan saat ini telah memberikan berbagai variasi pilihan kepada konsumen.

Dewasa ini salah satu jenis produk yang banyak dikembangkan oleh industri pangan adalah turunan produk berbahan baku susu. Salah satu alternatif pengembangan turunan produk berbahan baku susu  adalah yogurt. Yogurt didefinisikan sebagai produk yang diperoleh dari fermentasi susu atau susu rekonstitusi dengan menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus dan atau bakteri asam laktat lain yang sesuai, dengan/ atau tanpa penambahan bahan pangan lain dan bahan tambahan pangan yang diizinkan.

Aspek kemudahan dalam mengonsumsi, kandungan nilai gizi, kemudahan untuk dicerna serta fungsionalitasnya untuk kesehatan merupakan nilai tambah yang dimiliki produk yogurt ini dibandingkan dengan produk yogurt lain. Keunggulan mengonsumsi produk turunan susu, yakni dalam bentuk yogurt adalah tidak adanya masalah pencernaan untuk orang-orang yang menderita lactose intolerance.

Meskipun  telah diketahui bahwa angkak mempunyai banyak manfaat, sebagian masyarakat masih belum mengenal angkak dan sebagian lagi yang telah mengenal angkak, masih belum mampu untuk mengolah angkak menjadi suatu produk yang bernilai ekonomis tinggi. Oleh karena itu dibutuhkan inovasi yang kreatif untuk mengolah angkak menjadi produk olahan pangan yang lebih dapat diterima dalam bentuk yang tidak asing lagi didengar oleh masyarakat, di antaranya adalah memformulasikan angkak dengan susu menjadi produk turunan susu, yakni yogurt.

Pengolahan produk angkak dalam bentuk yogurt ini dipilih mengingat sebagian besar masyarakat tidak asing lagi dengan yogurt sehingga akan memudahkan untuk memperkenalkan angkak sebagai produk pangan yang bermanfaat bagi kesehatan. Selain itu, pengolahan menjadi bentuk yogurt membuat produk  ini dapat dikonsumsi dari segala lapisan umur mulai dari anak-anak sampai orang dewasa tanpa khawatir akan gangguan pencernaan bagi orang-orang yang mengalami lactose intolerance.